Langsung ke konten utama

Pedoman Pengkaderan Hipermata


PEDOMAN PERKADERAN HIPERMATA

Pedoman ini sesuai dengan AD dan ART HIPERMATA

MUKADDIMAH

Tugas Manusia hadir dimuka bumi ini sebagai khalifa adalah melakukan misi perubahan atau misi pembaharuan. Manusia disamping sebagai khalifa dia juga berfungsi sebagai hamba untuk mengabdi kepada sang khalik (pencipta). Konsekwensi manusia sebagai khalifa dan hamba adalah melakukan perubahan (liberation) dari belenggu ketertindasan. Jadi penindasan atas hak asasi manusia harus dilawan berupa pembebasan dari penindasan berfikir, berdemokrasi dan berkreasi.
HIPERMATA sebagai organisasi kader daerah diharapkan mampu menjadi alat perjuangan dalam mentranformasikan gagasan dan aksi terhadap rumusan cita-cita sebagai insan akademis. HIPERMATA sebagai organisasi kader daerah perlu menyususun agenda yang jelas denga kerangka kerja secara terarah, sistematis dan obyektif dan berpihak pada kepemimpinan rakyat. Untuk mewujudkan hal tersebut diatas, maka HIPERMATA perlu membuat pedoman perkaderan sebagai bentuk rekayasa peradaban masa depan demi perbaikan generasi. Perubahan yang dimaksud diarahkan ke hal yang mendasar seperti perubahan pola pikir, pola sikap dan pola tindak. Sehingga melahirkan generasi yang mempunyai karakter dan mampu mentranformasikan gagasannya.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam perkaderan, Pertama; rekruitmen calon kader,  kedua ; proses perkaderan dan ketiga ; kualitas kader. Untuk memberikan panduan (guidance) yang dilaksanakan setiap proses perkaderan HIPERMATA maka dipandang perlu menyusun perkaderan yang merupakan strategi besar (Grand Strategi) perjuangan HIPERMATA dalam menjawab tantangan organisasi yang sesuai dengan setting sosial budaya yang berlaku dalam konteks zamannya.


BAB I
POLA UMUM PERKADERAN HIPERMATA

I.       LANDASAN PERKADERAN
            Landasan perkaderan merupakan pijakan pokok atau pondasi yang jadikan sebagai sumber inspirasi dan motifasi dalam proses perkaderan HIPERMATA. Oleh sebab itu untuk melaksanakan perkaderan HIPERMATA bertitik tolak pada empat landasan sebagai berikut :

1.      Landasan Ideologis
Kata ideologi untuk pertama kalinya dipergunakan oleh De Stut De Tarcy di Perancis, dipergunakan untuk mengungkapkan gagasannya guna membangun sebuah ilmu yang sifatnya semesta, ilmu dari semua ilmu. Dalam perkembangannya terjadi pergeseran paradigma yang mana ideologi terfragmentasi multi polar baik dilihat dari sudut pandang agama, filsafat dan ilmu pengetahuan, sampai kepada ideologi dipandang sebagai sistem nilai. Tak terelakkan lagi Islam pun dijadikan sebagai sistem nilai yang diyakini dapat menjadi sumber inspirasi dan motifasi dalam memperjuangkan nilai-nilai secara sistematis.
Dalam sejarah peradaban dunia filosof Rasul/Nabi, sastrawan serta negarawan dianggap sebagai ideolog. Dalam Islam Nabi Muhammad SAW, memperkenalkan Islam sebagai ideologi dan menjadikannya sebagai sistem nilai. Muhammad pun memimpin rakyat/ummat melawan penindasan dan kesaliman. Inilah cita-cita Nabi Muhammad mewujudkan ideologi islam. Dalam teori, ideologi dapat dipandang sebagi sistem kepercayaan, ideologi sebagai proyeksi rasional dan ideologi sebagai relasi sosial.
Ideologi diperlukan agar manusia punya kesadaran yang sama akan nilai-nilai universal dengan ideologi yang benar, maka Islam pun diyakini dapat mengangkat harkat martabat manusia sebagai khalifa dimuka bumi sebagamana dijanjikan allah SWT dalam kitab sucinya (Al-Quran). Ideologi Islam mempunyai cita-cita ideal yang senantiasa harus diperlihatkan dan diperjuangkan sehingga dapat mewujudkan suatu tatanan yang adil, egaliter, demokratis dan berperadaban.

2.      Landasan Konstitusional
Dalam rangka mewujudkan cita-cita perjuangan HIPERMATA dimasa yang akan datang maka HIPERMATA harus mempertegas posisinya dalam kehidupan masyarakat dalam melaksanakan tanggungjawabnya bersama masyarakat untuk mewujudkan tujuannya.
Dalam pasal 4 AD HIPERMATA tentang asas ditegaskan bahwa HIPERMATA berasaskan UUD 1945. Pasal ini memberikan penegasan bahwa HIPERMATA dalam dinamikanya sentiasa mengembang misi kebangsaan. HIPERMATA sebagai organisasi kepemudaan (Pelajar dan Mahasiswa) menegaskan sifatnya sebagai organisasi independen (pasal 7 AD HIPERMATA), berstatus sebagai organisasi Pelajar Mahasiswa pasal 8 AD HIPERMATA berfungsi sebagai organisasi kader, pasal 9 AD HIPERMATA.
            Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, dan tanggungjawabnya serta perannya secara terus menerus berorientasi masa depan.
            Dalam pasal 5 AD HIPERMATA bertujuan membina Pelajar Mahasiswa berjiwa akademik dan bertanggungjawab dalam rangka terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhohi Allah SWT. untuk mengetahui kualitas kader HIPERMATA nantinya maka akan dijelaskan dalam tafsir tujuan HIPERMATA, oleh karena itu tugas pokoknya adalah perkaderan (Cadre formeng) yang diwujudkan dalam kualitas insan intelektual relijius yang  mampu melaksanakan kerja-kerja kemanusiaan yaitu : pembentukan kualitas kader yang dimaksud kemudian dieksternalisasikan dalam fase-fase perkaderan, fase rekruitmen kader, fase pembentukan kader yang memiliki kualitas potensi daerah yang intektual, profesional relijius, yang nantinya keluaran kader dapat berkompetisi dalam kehidupan masyarakat dalam rangka mewujudkan cita-cita HIPERMATA.


3.      Landasan  Historis
            Secara sosiologis historis kelahiran HIPERMATA pada tanggal 28 Februari 1964 tidak terlepas dari permasalahan Pelajar dan Mahasiswa di Takalar sebagai satu kesatuan yang dinamis. Kenyataan ini merupakan motifasi berdirinya HIPERMATA yang dituangkan dalam tujuan HIPERMATA yaitu : Terbinanya Pelajar Mahasiswa berjiwa akademik dan bertanggungjawab dalam rangka mewujudkan masyarakat adil makmur yang di Ridhohi Allah SWT.
            Oleh karena itu rumusan tujuan HIPERMATA akhirnya membentuk wawasan dalam langkah perjuangan HIPERMATA kedepan yang terintegrasi dalam dua aspek yaitu aspek intelektual dan relijius. Aspek relijius tercermin melalui komitmen HIPERMATA untuk selalu mewujudkan nilai-nilai ajaran agamanya, aspek kedua intelektual tercermin melalui komitmen HIPERMATA untuk senantiasa berjuang bersama-sama menciptakan tatanan masyarakat yang berperadaban berintelek dan demokratis. Dalam sejarah HIPERMATA dalam melaksanakan komitmennya yang merupakan garis besar perjuangannya dan misi HIPERMATA yang pada akhirnya membentuk kepribadian dalam setiap perjuangannya.
            Melihat komitmen HIPERMATA pada wawasan sosiologis dan Historis berdirinya pada 1964 tersebut telah dibuktikan dalam prjalanan sejarahnya maka pada hakekatnya segala bentuk pembinaan kader HIPERMATA harus tetap diarahkan dalam rangka pembentukan pribadi kader yang sadar akan eksistensinya sebagai generasi muda Takalar yang intelek dan relijius yang bertanggungjawab atas terwujudnya cita-cita Takalar yang lebih baik dimasa yang akan datang.


4.      Landasan Sosio- Kultural
            Dalam perkembangan dan perubahan bangsa dalam sejarah ke Indonesiaan faktor eksternal seperti sistem kepercayaan berhasil merubah kultur masyarakat Indonesia dibidang politik maupun ekonomi. Terkhusus di Sulawesi Selatan kultur yang begitu kental dengan nilai-nilai yang bersifat internal yang begitu cepat mengalami pergeseran. Kultur orang-orang Makassar yang dikenal luas dikalangan masyarakat Indonesia yaitu Siri’ Na Pacce sedikit demi sedikit mulai memudar akibat pengaruh budaya dari luar.
            Di era kekinian nilai-nilai global yang begitu cepat memasuki jantung peradaban sehingga mengaburkan nilai-nilai dan norma yang ada yang begitu lama dianut tidak lagi dapat dipertahankan. Nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan perlu dilakukan langkah antisipasi atau penyelamatan sebagai ciri khas dan alat identitas suatu etnis sebagaimana kita orang-orang Takalar.



II.    POLA DASAR PERKADERAN


Dalam menjalankan fungsinya HIPERMATA sebagai Organisasi Kader daerah menggunakan pendekatan sistematik dalam perkaderannya. Semua bentuk aktivitas perkaderannya disusun dalam semangat integralistik untuk mengupayakan tercapainya tujuan organisasi. Oleh karena itu sebagai sebuah upaya dalam memberikan kejelasan dan ketegasan kerangka sistem perkaderan yaitu pola dasar perkaderan secara organisatoris dalam intern HIPERMATA secara  khusus dan karakteristik.
      Pola dasar dibuatkan garis besar keseluruhan tahapan yang harus ditempuh seorang kader dalam proses erkaderannya, yaitu rekruitmen, pembentukan kader dan gambaran jalur-jalur pengertian kader.

1.      Pengertian Dasar
1.1  Kader
Pengertian kader adalah sekelompok orang yang terorganisir secara terus menerus dan akan menjadi tulang punggung bagi kelompok yang lebih besar. Sedangkan kader HIPERMATA adalah anggota HIPERMATA yang telah melalui proses perkaderan, sehingga memiliki sifat seorang kader sebagaimana dikemukakan diatas dan memiliki integritas kepribadian yang utuh yang siap melaksanakan tugas dan amanah kehidupan bermasyarakat dan beragama serta berbangsa.
Perkaderan merupakan sebuah Ikhtiar (usaha) yang terencana,terarah,sistematis,terpadu dan berkesinambungan yang ditujukan kepada pelajar dan mahasiswa takalar (anggota HIPERMATA) guna mendidik atau membentuk seseorang menjadi kader.

2.      Rekruitmen Kader
Rekruitmen kader adalah merupakan upaya aktif dan terencana sebagai usaha (ikhtiar) untuk mendapatkan input (masukan) calon kader berkualitas bagi proses perkaderan HIPERMATA dalam mencapai tujuan organisasi.
2.1.  Kriteria Rekrutmen
Rekruitmen kader diprioritaskan pada aspek kualitas tampa mengabaikan aspek kuantitas. Kriteria rekruitmen ini akan mencapai kriteria sumber-sumber kader dan kriteria kualitas calon kader
2.1.1   Kriteria sember-sumber kader :
Sebagai organisasi pelajar dan Mahasiswa maka yang menjadi sumber kader HIPERMATA adalah Sekolah dan Institusi perguruan tinggi atau yang sederajat seperti yang dijelaskan pada AD/ART HIPERMATA.
2.1.2   Kriteria kualitas calon kader
Kualitas calon kader diprioritaskan oleh kriteria-kriteria tertentu dengan memperhatikan integritas pribadi; potensi dasar akademik, potensi berprestasi dasar kepemimpinan serta kualitas pribadi yang secara terus menerus
      2.2.  Metode dan pendekatan rekruitmen
Metode dan pendekatan rekruitmen merupakan cara atau pola yang ditempuh untuk melakukan pendekatan kepada calon kader agar mereka tertarik menjadi kader HIPERMATA. Maka pendekatan rekruitmen dilakukan dua kelompok sasaran.

2.2.1   Tingkat pra perguruan tinggi
Segmen calon kader pada tingkat pra perguruan tinggi adalah pelajar SMU, pendekatannya dapat dilakukan secara personal persuasif maupun secara struktural lembaga melalui komisaria pelajar.
2.2.2   Tingkat perguruan tinggi
Pada tingkat mahasiswa perekrutan calon kader selain dilaksanakan melalui pendekatan  struktural lewat komisariat juga dapat dilakukan melalui pendekatan      dan metode lain seperti penerimaan anggota baru (Mapera).
3.     Pembentukan kader
Pembentukan kader merupakan sekumpulan aktivitas perkaderan yang integritas dalam upaya tujuan HIPERMATA.
3.1       Latihan kader
Latihan kader yang dimaksud adalah perkaderan HIPERMATA yang dilakukan secara sadar, terncana, sistematis dan berkesinambungan serta memiliki pedoman dan aturan yang baku secara rasional dalam rangka mencapai tujuan HIPERMATA. Latihan ini berfungsi memberikan kemampuan tertentu kepada para pesertanya sesuai dengan tujuan dan target pada masing-masing jenjang latihan. Latihan kader merupakan media perkaderan formal HIPERMATA yang dilaksanakan secara berjenjang serta memnuntut persyaratan tertentu dari pesertanya. Pada masing-masing jenjang latihan yang menitipberatkan pada pembentukan watak dan karakter kader melaui transfer nilai , wawasan dan keterampilan serta pemberian motifasi untuk mengaktualisasikan kemampuannya. Latihan kader (LK) merupakan jenjang pelatihan (Training) formal yang mesti dilewati oleh pelajar dan mahasiswa Takalar (Anggota HIPERMATA) sebagai sebuah standarisasi kecakapan individual dan kolektif seorang kader. Latihan kader terdiri atas :
a. LK I
Latihan Kader I (LK I) yaitu training formal tingkat pertama, yang pesertanya berasal dari mahasiswa yang telah memenuhi kriteria. Secara umum LK I bertujuan membentuk kepribadian mahasiswa takalar yang berkualitas, sadar akan fungsi dan peranannya dalam organisasi. Pada tingkat pelajar diselenggarakan LK I khusus Pelajar .
b. LK II
Latihan Kader II (LK II) yaitu training formal tingkat II yang pesertanya merupakan lepasan LK I dan dinyatakan memenuhi kriteria untuk memenuhi kriteria untuk mengikuti LK II. Secara umum LK II ditujukan untuk memperdalam kemampuan intelektual dan kemampuan menganalisis serta mengelola organisasi.
3.2       Pengembangan
Pengembangan merupakan kelanjutan atau kelengkapan dalam keseluruhan proses latihan (Training) non formal yang ditujukan untuk pengembangan keterampilan (Skill) dan Profesionalisme kader dalam bidang tertentu. Training non formal ini terdiri atas Up Greading dan Pelatihan.
3.2.1  Up- Grading
a.   UP-Grading NITRAK
Up-Grading NITRAK merupakan Up-Grading pendalaman nilai dasar perjuangan  HIPERMATA (Idealisme, Religiusita, Kultur, dan Intelektualitas)
b.  Up-Grading Kepengurusan
 Up-Grading Kepengurusan merupakan Up-Grading yang ditujukan untuk calon pengurus dan pengurus HIPERMATA, dengan tujuan pengembangan Profesionalisme pengurus dalam mengelola organisasi.
c.   Up- Grading kesekretariatan
Up-Grading kesekretariatan merupakan Up-Grading yang difokuskan untuk  membekali calon pengurus dan pengurus HIPERMATA dengan kemampuan pengelolaan     tugas-tugas kesekretariatan dan keprotokoleran.

d.  Up-Grading kebendaharaan
Up-Grading kebendaharaan merupakan Up-Grading yang diorientasikan untuk membekali pengurus dan calon pengurus HIPERMATA dengan kemampuan mengelola tugas-tugas kebendaharaan seperti pengelolaan keuangan organisasi.

3.2.2  Pelatihan
Pelatihan adalah training jangka pendek yang bertujuan membentuk dan mengembangkan profesionalisme kader sesuai dengan latar belakang dan disiplin ilmumnya masing-masing


3.2.3  Aktivitas Kader
Merupakan gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku yang tercermin dari aktivitas seorang kader.
3.2.3.1       Aktifitas organisasional
Aktifitas organisasional merupakan aktifitas yang bersifat organisasi yang dilakukan oleh kader dalam lingkup tugas organisasi :
a.   Intern organisasi
Yaitu segala aktifitas organisasi yang dilakukan oleh kader dalam lingkup tugas HIPERMATA
b.   Ekstern organisasi
Yaitu segala aktifitas organisasi yang dilakukan oleh kader HIPERMATA dalam linglup tugas organisasi diluar HIPERMATA.


3.2.3.2       Aktifitas Kelompok
Merupakan aktifitas yang dilakukan oleh kader dalam suatu kelompok yang tidak memiliki hubungan struktur dengan organisasi formal tertentu.
a.   Intern Organisasi
Segala aktifitas kelompok yang dilakukan kader HIPERMATA dalam lingkup organisasi HIPERMATA yang tidak memiliki struktur.
b.   Ekstern Organisasi
Segala bentuk aktifitas yang dilakukan kader HIPERMATA diluar lingkup HIPERMATA yang tidak memiliki hububgan dengan organisasi formal dimanapun.


3.2.3.3       Aktifitas Perorangan
Aktifitas perorangan adalah merupakan aktifitas yang dilakukan oleh kader perorangan HIPERMATA :
a.   Intern Organisasi
Segala aktifitas kader yang dilakukan secara perorangan untuk menterjemahkan tugas dan kegiatan Organisasi HIPERMATA.
b.   Ekstern organisasi
Segala aktifitas kader HIPERMATA yang dilakukan secara perorangan diluar tuntutan organisasi HIPERMATA.

3.3       Pengabdian Kader
Untuk mencapai tujuan dan cita-cita HIPERMATA maka diperlukan kualitas dan kuantitas pengabdian kader. Pengabdian merupakan penjabaran dari peranan HIPERMATA sebagai organisasi perjuangan daerah. Oleh karena itu seluruh bentuk-bentuk pembagunan yang dilakukan merupakan jalur pengabdian kader, maka jalur pengabdian adalah sebagai berikut :
a.       Jalur akademik
Merupakan pengabdian kader melalui jenjang pendidikan formal.
b.       Jalur Bina Profesi
Merupakan pengabdian kader melalui jalur profesi seperti dokter, pengacara,  akuntan, jurnalis, dan lain-lain.
c.       Jalur Birokrasi
Merupakan pengabdian kader melalui jalur birokrasi dan pemerintahan
d.       Bina Usaha
Merupakan pengabdian kader melalui jalur usaha seperti koperasi, BUMN, dan lain-lain.
e.       Sosial Politik
Merupakan pengabdian kader melalui jalur sosial politik seperti partai politik dan  aktivitas politik lainnya.
f.        LSM dan lain-lain
4.     Arah Perkaderan
Arah perkaderan secara umum adalah petunjuk, bimbungan, jalan dalam bentuk gerak menuju kesuatu tujuan atau pedoman yang dapat dijadikan petunjuk dalam melakukan aktifitas secara sistematis untuk mencapai tujuan.
Jadi arah perkaderan adalah suatu pedoman yang dijadikan petunjuk untuk menetukan arah yang harus dituju dalam keseluruhan proses perkaderan HIPERMATA. Arah perkaderan erat hubungannya dengan tujuan perkaderan dan tujuan HIPERMATA sebagai tujuan umum yang hendak dicapai
4.1     Maksud dan tujuan
maksud dan tujuan perkaderan adalah usaha yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan organisasi melaui proses yang sadar dan sistematis sebagai alat transformasi nilai-nilai dalam proses rekayasa [eradaban melalui pembentukan kader berkualitas, sehingga berdaya guna dan berhasi guna sesuai dengan pedoman perkaderan HIPERMATA.
4.2     Target
terciptanya kader daerah, intelektual, profesional dan relijius serta mampu mengembang manah dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
III.       WUJUD PROFIL KADER HIPERMATA

Perkaderan HIPERMATA merupakan proses rekayasa sistemik yang terpadu dan memiliki penjenjangan dengan target dan capaian tertentu. Proses ini menjadi suatu intrumen organisasi untuk mewujudkan personifikasi kader HIPERMATA yang terpuji, teruji dan mumpuni atau dengan termininolagi lain yaitu suatu profil kader yang etis, cerdas dan Handal,  begitupun kader HIPERMATA harus dapat menjadi insan yang moralis, intelek dan kreatif. Kesemuanya itu menjadi terminologi kader cita HIPERMATA yang terimplementasi secara holistik kedalam perkaderan HIPERMATA sbb:

1.      Pembentukan integritas, watak dan kepribadian
Perkaderan adalah wadah internalisasi nilai humanis-transenden yang kulturalis sesuai dengan Nilai Perjuangan HIPERMATA (NITRAK).  Pekaderan merupakan media utama pembinaan Anggota yang memiliki orientasi menyeluruh  dalam menanamkan nilai (NITRAK) sehingga dapat mewujudkan integritas yang Paripurna dan watak pejuang yang progresif dengan  kepribadian yang komitmen, konsisten dan independen dalam pengabdiannya.  Setiap kader HIPERMATA adalah cerminan akhlak yang terpuji dan sikap hidup yang etis serta dapat mengejewantah dalam  interaksi yang mengedepankan moralitas. Manifestasi akhir dari wujud integritas, watak dan kepribadian sebagai profil  Kader HIPERMATA sbb:
a.       Beriman/religius
b.      Humanis
c.       Demokratis
d.      Kulturalis/berbudaya
e.       Independen/istiqamah
f.       Idealis dan radikalis
g.      Progresif dan Revolusioner

2.      Pengembangan kualitas intelektual
Perkaderan merupakan upaya organisasi secara sungguh-sungguh untuk membina dan mengembangkan pengetahuan sebagai sarana utama dalam membangun kesadaran   dan rasa tanggungjawab intelektual. Bahwa Kader cita HIPERMATA adalah manusia-manusia raushan fikr (Tercerahkan) yang memiliki daya nalar dan intuisi yang teruji dalam memahami  dan menjawab problem sosialnya. Kesadaran intelektual sebagai proses kerja seluruh potensi fikir (Qalb) hanya akan tumbuh melalui eksplorasi (penggalian) dan pengembangan secara terencana dan berkesinmbungan sehingga kader cita HIPERMATA dapat mewujud Sebagai intelektual sekaligus menjadi mujaddid/transformator (pembaharu). Protipe kader cita tersebut termanifestasi sbb :
a.       Kritis dan Analitis
b.      Muallim (Cinta Ilmu)
c.       Obyektif-paradigmatik
d.      Dinamis-solutif
3.      Pengembangan kemampuan professional
Perkaderan sebagai medium organisasi dalam melakukan pencerahan dan pengembangan kualitas kader secara paripurna, maka kader cita HIPERMATA merupakan manusia yang juga memiliki daya kerja yang tinggi, inovatif, dan mempunyai keterampilan yang unggul. Kader HIPERMATA adalah cerminan manusia yang dapat memberikan sentuhan-sentuhan kerativitas. Perkaderan dapat menjadi wadah eksprimentasi dalam mengasah dan meningkatkan kemampuan anggota untuk mewujudkan kader dengan kemampuan profesional yang handal. Profil tersebut dapat termanifestasi sebagai kader :
a.       Kreatif
b.      Inovatif
c.       Kompetitif
d.      Sportif, dll

Dengan demikian maka Upaya Transformatif yang menjadi harapan HIPERMATA termanifestasi (Wujud) pada setiap kader dengan nilai yang terpuji, intelektual yang teruji, dan kemanpuan profesionalisme yang mumpuni.


BAB II
POLA DASAR TRAINING


I.        ARAH TRAINING
Arah training adalah suatu pedoman yang dijadikan petunjuk atau penuntun yang menggambarkan arah yang harus dituju dalam keseluruhan proses pertrainingan HIPERMATA. Arah pertrainingan, sangat erat kaitannya dengan tujuan perkaderan dan tujuan HIPERMATA sebagai tujuan umum yang hendak dicapai HIPERMATA merupaklan garis arah dan titik sentral kegiatan dari usaha-usaha HIPERMATA.
Bagi anggota, tujuan Hipermta merupakan titik pertemuan persamaan kepentingan yang palin pokok dari seluruh anggota.
  1. Jenis Training
1.1  Training formal
Training Formal adalah Training berjenjang yang diikuti oleh anggota dan setiap jenjang merupakan persyaratan untuk mengikuti jenjang selajutnya. Training Formal ini terdiri dari : Basic Training (Latihan Kader I) dan intemidiate Training
( Latihan Kader II)
1.2  Training informal
Training Informal adalah Training yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan Profesionalisme kepemimpinan serta keorganisasian anggota. Training Informal terdiri dari : Pusdiklat Pimpinan HIPERMATA, senior course, latihan khusus gender, up-grading kepengurusan, up-grading kesekretariatan, up-grading kebendaharaan, pelatiahan kekaryaan dll.

  1. Tujuan training menurut jenjang dan jenis
Tujuan Training penjenjangan dimaksudkan sebagai rumusan sikap, pengetahuan atau kemampuan yang dimiliki anggota HIPERMATA setelah mengikuti jenjang latihan kader tertentu yakni LK I  dan LK II. Sedangkan tujuan training menurut jenis adalah rumusan sikap pengetahuan dan kemampuan anggota HIPERMATA, baik kemampuan intelektual maupun kemampuan keterampilan (Profesionalisme) setelah mengikuti training atau pelatihan tertentu yakni berupa training formal dan informal.

2.1  Tujuan training
2.1.1        Latihan Kader I (Basic Training)
Terbinanya kader Takalar yang berkualitas akademis, sadar akan fungsi dan perannya dalam berorganisasi serta hak dan kewajibannya sebagai kader daerah dan kader bangsa.
2.1.2        Latihan Kader  II (Intermediate Training)
Terbinanya Kader HIPERMATA yang mempunyai kemampuan intelektualitas dan mampu mengelolah organisasi serta berjuang untuk mengembangkan misi HIPERMATA.
2.2  Tujuan Training Informal
Terbinanya kader yang memiliki dan profesionalisme dalam bidang manajerial keinstrukturan, keorganisasian, kepemimpinan dan kewirausahaan dan profesionalisme kerja.

  1. Target training penjenjangan
3.1  Latihan Kader  I
-          mampu meningkatkan kemampuan akademis
-          memiliki kesadaran organisasi dan
-          tanggung jawab intelektual
3.2  Latihan Kader II
-          Memiliki kemampuan dan kesadaran intelektual yang kritis, dinamis, progresif, inovatif dalam memperjuangkan HIPERMATA
-          Memiliki kemmapuan leadership, manajerial dalam berorganisasi

II.     MANAJEMEN TRAINING
1.      Metode Penerapan Kurikulum
Kurikulum yang terdapat dalam pedoman yang merupakan penggambaran tentang metode dari training. Oleh kerena itu penerapan kurikulum adalah erat hubungannya dengan metode yang digunakan dalam training. Demikian pula memiliki keterpaduan dan kesatuan dengan metode yang ada dalam jenjang-jenjang training. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa aspek dalam penerapan kurikulumnya :
1.1         Penyusunan Jadwal Training
§          Urutan materi hendaknya dalam penyusunan suatu training perlu diperhatikan tiap-tiap materi yang harus memiliki korelasi dan tidak berdiri sendiri (asas integratif)
§          Materi jadwal training harus selalu disesuaikan dengan jenis jenjang training.
1.2                         -     Cara atau bentuk penyampaian materi training adalah gabungan ceramah dan diskusi/dialog. Semakin tinggi tingkatan training semakin tinggi kematangan peserta training, maka semakin banyak forum-forum komunikasi.
-       Semakin banyak forum-forum komunikasi, suatu materi harus disampaikan secara diskutif.
1.3         Adanya penyegaran kembali dalam pengambangan gagasan-gagasan kreatif dikalangan anggota trainer,  sedangkan tenaga instruktur merupakan pioner dalam gagasan interaktif.  Sedapat munkin menghindari penyampaian materi secara   maka penyajian materi hendaknya di targetkan pada pemberian alat-alat ilmu scara elementer.
1.4         Usaha menimbulkan kegairahan (motivasi) antara sesama unsur individu dalam training untuk itu perlu ditimbulkan dinamika kelompok karena forum training harus mampu memberikan dan menumbuhkan respon yang sebesar-besarnya.
1.5         Terciprtanya kondisi yang setara antar sesama unsur individu dalam forum training yang berarti mensejajarkan dan menyetarakan sesama unsur yang ada dalam training. Problem yang akan timbul adalah kemerdekaan individu yang demokratis.
1.6         Adanya keseimbangan dan keharmonisan antara metode training yang dipergunakan dalam tingkatan-tingkatan trainig. Keharmonisan dan keselarasan dalam metode training yakni adanya keselarasan tujuan HIPERMATA dan target yang akan dicapai dalam training, meskipun antara jenjang forum training perbedaan karena tingkat kematangan peserta sendiri.



2.      Metode penerapan kurikulum training/ latihan kader
2.1          Materi latihan kader satu

Jenjang :
Latihan Kader satu
Materi :
Sejarah HIPERMATA
Alokasi awaktu
4 jam

Tujuan pembelajaran Umum:
-          Peserta dapat memahami sejarah dan dinamika HIPERMATA
Tujuan pembelajaran khusus :
  1. Peserta Dapat Menjelaskan Latar Belakang Berdirinya HIPERMATA
  2. Peserta dapat menjelaskan gagasan, isi berdirinya HIPERMATA
  3. Peserta dapat mengklasifikasi fase-fase kepengurusan HIPERMATA
Pokok Bahasan /Sub pokok bahasan:
  1. Pengantar Ilmu Sejarah
1.1  Pengertian Ilmu Sejarah
2.2  Manfaat dan Kegunanaan Mempelajari Sejarah
  1. Misi Kelahiranm Organisasi Daerah
1.1  Kondisi Masyarakat Daerah
2.2  Periode Kepemimpinan Daerah
-          Zaman Orde Lama
-          Zaman Orde Baru
-          Zaman Orde Reformasi
  1. Latar belakang berdirinya HIPERMATA
  2. Gagasan dan pendiri HIPERMATA
  3. Dinamika sejarah HIPERMATA
Metode:
-          Ceramah, tanya jawab dan diskusi
        Evaluasi:
- Memberikan test objektif/subjektif dan penugasan dalam bentuk resume
        Referensi:



3.   Metode Training
Dengan memahami tentang gambaran kurikulum dan aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan diatas, maka metode yang tepat yakni penggabungan antara :
a.               Sistem diskusi, yakni suatau metode pemahaman materi training secara pertukaran pikiran yang bebas dan komunikatif.
b.              Sistem ceramah (dialog), yakni suatu metode pemahaman melalui tanya jawab.
c.               Sistem penugasan, yakni metode pemahaman materi yang mempergunakan keterampilan peserta dengan sasaran :
§            Mempergunakan kemampuan tertentu
§            Penulisan-penulisan
§            Kerja Lapangan
§            Bentuk-bentuk trial and error
§            Dinamika Kelompok
§            Study kasus
§            Simulasi
§            Dan lain-lain
Dalam setiap jenjang dan bentuk training ketiga sistem tersebut bergabung menjadi satu. Penggunaannya disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta, jenjang atau forum training yang ada. Dalam persiapan jenjang training yang ada prosentasinya berbeda-beda secara kuantitatif, hal itu dapat digambarkan sebagai berikut :
a.               Semakin matang peserta training jenjang dan bentuk training, maka sistem diskusi lebih besar prosentasenya.
b.              Semakin kecil kematangan peserta training, jenjang dan bentuk training, maka diskusi memiliki prosentase lebih kecil sebaliknya sistem ceramah dan dialog lebih besar prosentasenya.
c.               Sistem penugasan dipergunakan pada setiap peserta training hanya saja berbeda penugasan tersebut harus selaras dengan tingkat kematangan pesertanya.


Gambaran tentang metode yang dipergunakan dalam training sesuai menurut jenjangnya adalah sebagai berikut  :
a.               Latihan Kader I
§        Penyampaian bersifat penyadaran, penanaman dan penjelasan
§        Tehnik ceramah, tanya jawab/dialog, penugasan resume
§        Penceramah menyampaikan materi dan peserta bertanya tentang hal-hal tertentu
b.              Latihan Kader II
§        Penyampaian bersifat analisis, pengembangan dan bersifat praksis
§        Tehnik dialog ceramah dan penugasan (membuat makalah analisis kasus dan makalah tanggapan.
§        Session khusus dalam bentuk tutorial


  1. Evaluasi Training
1.1.Tujuan
-         Mengukur tingkat keberhasilan Training
-         Sebagai Umpan balik (feed Back) bagi seluruh unsur training
1.2.Sasaran
-                  Kognitif
-                  Afektif
-                  Psikomotorik
1.3.Alat Evaluasi :
-                  Test objektif
-                  Test Subjektif (Esay)
-                  Sikap
-                  Keterampilan
1.4.Prosedur evaluasi:
-                  Pra Test
-                  Meed Test (evaluasi Proses)
-                  Pot Test
1.5.Pembobotan:

LK I :
§                  Kognitif 30 %
§                  Afektif 50 %
§                  Psikomotorik 20 %
LK II :
§      Kognitif 40 %
§      Afektif 30 %
§      Psikomotoruk 30 %

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Hipermata

PENGERTIAN HIPERMATA Hipermata adalah singkatan dari kata Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar  yang menjadi wadah berhimpunnya Pelajar dan Mahasiswa yang berasal dari kabupaten Takalar. Hipermata pertama kali di bentuk pada tanggal 28 Oktober 1964 yang sampai sekarang telah mencetak berbagai kader-kader berkualitas dalam bidang keilmuan dan pengetahuan dan kini beberapa diantaranya telah menjabat dibeberapa bidang di pemerintahan Daerah. Hipermata merupakan organisasi kemahasiswaan yang bergerak dibidang kedaerahan khusus kabupaten Takalar. Jejak-jejak kontribusi Hipermata dan perjalanan eksistensinya dalam upaya ikut serta dalam berbagai kontribusi positif ditengah masyarakat kini telah menjadi tombak perubahan untuk kemajuan Daerah Takalar. kegiatan-kegiatan keilmuan merupakan salah satu hal yang paling Urgen di Hipermata. Salah satu Misi nya yaitu menciptakan kader yang berkualitas dan beritegritas dalam ilmu pengetahuan. Dengan harapan Hipermata dapat membawa perubahan ...

Contoh Proposal Kegiatan Diksar PMR Palang Merah Remaja

    Contoh Proposal Kegiatan Diksar PMR Palang Merah Remaja Proposal Pendidikan dan latihan dasar   PROPOSAL KEGIATAN DIKLATSAR KE-V MADRASAH ALIYAH BULUKUNYI (PMR UNIT 012)   I.               DASAR PEMIKIRAN   PMR adalah organisasi yang berlandaskan kemanusiaan, kebersamaan, peduli terhadap sesama dan tanggung jawab. Hal ini menjadikan PMR menjadi salah satu wadah untuk dapat menumbuhkan rasa kemanusiaan rasa sosial yang tinggi terhadap sesama.Untuk kemajuan organisasi PMR, maka kami memerlukan anggots anggota baru untuk mampu menjalankan kegiatan kemanusiaan,dan membimbing mereka untuk menjadi manusia yang peduli terhadap sesama.   Kegiatan ini iselenggarakan sebagai langkah pembekalan materi serta pelatihan praktek bagi para calon anggota Madrasah Aliyah Bulukunyi dalam rangka pembentukan kecakapan tiap anggota demi keberhasilannya menangani korban yang membutuhkan penangana...